Permasalahan Seputar Dapodik PAUD 2019

Permasalahan terkini yang dihadapi operator pada Dapodik PAUD 2019:

Dapodik PAUD 2019
  1. REGISTRASI GAGAL DENGAN KETERANGAN MENGIMPORT DB GAGAL Jawaban : pastikan dapodik di instal pada laptop/pc yang telah bersih dari dapodik versi sebelumnya, pastikan internet berjalan lancar, pastikan browser yang di pake Chrome, Brave atau Mozila firefox.
  2. REGISTER GAGAL TERUS
    Jawaban : pastikan dapodik di instal pada laptop/pc yang telah bersih dari dapodik versi sebelumnya, pastikan internet berjalan lancar, pastikan browser yang di pake Chrome, Brave atau Mozila firefox
    Bila masih gagal maka lakukan restart pada laptop, bila masih gagal di coba lain waktu karena saat masih dalam kondisi padat pada server pusat.
  3. KENAPA SINKRON MENTOK DI ANGKA 40 / 50 /90/80 PERSEN?
    Jawaban : Jika mengalami masalah seperti itu, tidak usah khawatir. Data sudah masuk pada system dan akan di proses oleh system.
  4. CARA CEK HASIL SINKRON BILA MENTOK 40 / 50 /90/80 PERSEN?
    Jawaban : Untuk proses cek bisa dilakukan melalui Dapodik Online, atau manajemen namun bila kedua ini sedang gangguan maka silahkan bisa via log sinkron di dapodik offline yang ada di pojok bawah kanan beranda Dapodik Offline.
  5. KENAPA SINKRON MENTOK DI ANGKA 0 ?
    Jawaban : Karena traffic server pusat lagi penuh atau sedang proses zonasi agar semua bisa masuk. Cara mengatasinya terus di coba lain waktu dan perlu kesabaran.
  6. DAPODIK SUDAH SELESAI TAPI DI PROGRES MASIH BELUM MENGERJAKAN ?
    Jawaban : Cek pada dapodik online kapan terakhir sinkron bisa sudah update semester 2 maka dipastikan aman pastikan juga tidak ada data merah/invalid, terkait status belum mengerjakan maka tidak perlu khawatir nanti juga akan terbaca karena system lagi pada sehingga progress pengisian agak lambat terekap seperti beberapa minggu lalu.
  7. JUMLAH PD BERBEDA ANTARA DAPODIK DENGAN MANAJEMEN ?
    Jawaban : Cek pada dapodik pastikan semua siswa sudah masuk pada rombel, cek pada anggota rombelnya, hitung dan jumlahkan, sesuai tidak antara anggota semua rombel dengan jumlah siswanya.
  8. DISAAT SEPERTI INI BAIKNYA ONLINE APA OFFLINE ?
    Jawaban : Offline bisa dikerjakan tanpa harus terkoneksi internet hanya perlu saat sinkron saja jika server lagi full dapodik offline masih bisa mengerjakan tinggal sinkronnya saja perlu akses internet, yang ONLINE harus terkoneksi internet ke server bila server sedang full maka sulit bahkan eror saat akses dapodik online. Namun dapodik online tidak perlu sinkron. Pilihan ada pada anda silahkan pilih yang mana.
  9. DATA GURU TIDAK ADA DI DAPODIK OFFLINE ?
    Jawaban : Pastikan dapodik di buka dengan browser Chrome, Brave atau Mozila firefox dan pastikan saat register awal dapodik berhasil 100 %
  10. REGISTRASI DAPODIK OFFLINE TIDAK SAMPAI 100%. APA YANG HARUS DI LAKUKAN?
    Jawaban : Uninstall dapodik sampai selesai bersih jika sudah restart laptopnya kemudian install dapodik lagi, lakukan registrasi kembali gunakan mozila/chrome/brave pastikan koneksi internetnya lancar.
  11. APA BISA RESET PENGGUNA SENDIRI ?
    Jawaban : Bisa via manajemen dapodik login dengan User password dapodik klik tanda x pada nama operator pengguna.
  12. GURU TANDA SERU MERAH ( INVALID ) DENGAN KETERANGAN PENUGASAN
    Jawaban : Install ulang dapodiknya kemudian registrasi ulang dapodiknya jika masih merah lakukan login pada dapodik online, salin penugasan pada menu PTK jika sudah register kembali dapodik Offline nya.

Persiapan Dokumen dan Data untuk Aplikasi Dapodik versi 2020

Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2020 saat ini sedang dalam tahap pengujian, dan direncanakan akan dirilis pada awal Agustus 2019. Terdapat beberapa pembaruan yang cukup besar pada versi baru ini. Berikut ini informasi terkait beberapa pembaruan yang dimaksud:


A. SARANA PRASARANA

Seiring pemanfaatan data Sarana dan Prasarana (Sarpras) untuk program pendidikan, kebutuhan informasi Sarpras semakin berkembang. Pembaruan data Sarpras diharapkan dapat mendukung evaluasi dan perumusan kebijakan serta transaksional yang menggunakan data Sarpras. Pembaruan pada data Sarpras ini paling signifikan. Data Sarpras akan lebih dirinci dan dibagi dalam tiga submenu, yaitu:

1. Tanah & bangunan

Pendataan Sarpras yang sebelumnya mendata ruangan-ruangan yang ada di sekolah kini akan lebih berkembang. Sekolah diharapkan dapat memberikan informasi tambahan berupa data tanah serta bangunan yang digunakan oleh ruangan tersebut.

    •  Tanah

Data tanah yang sebelumya ada pada menu sekolah, kini akan berpindah pada menu Sarpras. Selain data luas tanah yang telah diisi sebelumnya, informasi terkait tanah diharapkan dapat memuat ukuran serta dokumen kepemilikan.


    •  Bangunan

Data bangunan akan dikelompokkan berdasarkan lokasi tanah. Pada data bangunan diharapkan dapat memuat informasi jumlah lantai pada sebuah bangunan, kepemilikan, serta ukuran setiap komponen bangunan.


2. Ruang

Menu Ruang memuat data prasarana pada aplikasi versi sebelumnya. Pada menu ruang data akan dikelompokkan menjadi beberapa ruang utama dan ruang penunjang. Data ruang akan terhubung dengan data bangunan, dimana diharapkan akan diketahui jumlah ruangan pada sebuah bangunan. Selain informasi kondisi ruang, informasi tambahan yang diharapkan diisi dari sekolah adalah ukuran dari setiap komponen bangunan.

3. Alat, Angkutan dan Buku

Menu ini berisi data sarana yang dikelompokkan menjadi 3 komponen utama yaitu:

    •  Alat

Menu alat berisi data peralatan pendidikan yang berada pada setiap ruang. Data ini dikelompokkan berdasarkan jenis alat dan diharapkan diketahui berapa jumlah dan kondisi alat di setiap ruang.

    •  Angkutan

Pembaruan data sarana salah satunya yaitu pendataan data angkutan. Data angkutan berisi data kendaraan-kendaraan yang digunakan untuk operasional sekolah. Informasi yang diminta adalah berupa jenis angkutan serta kepemilikan dan dokumen kendaraan.

    •  Buku

Referensi buku baik jenis buku teks dan buku non-teks semakin diperkaya. Sekolah diharapkan dapat mengisi dengan lengkap informasi buku, jumlah, status kelaikan serta lokasi buku berada.

B. PESERTA DIDIK

Pembaruan selanjutnya pada menu Peserta Didik, yaitu ada penambahan atribut baru dan mengingatkan kembali informasi terkait prosedur mutasi dan kelulusan.

1. Nomor Kartu Keluarga (KK)

Sekolah untuk segera melakukan sosialisasi agar peserta didik mempersiapkan data Nomor Kartu Keluarga (KK).

2. Peserta Didik Tidak Lulus

Sesuai informasi sebelumnya bahwa proses kelulusan untuk peserta didik tingkat akhir, yaitu kelas 6, 9 dan 12 akan dilakukan oleh Admin Dapodik Pusat secara otomatis oleh sistem. Bagi peserta didik yang tidak lulus, prosedur yang harus dilakukan oleh sekolah yaitu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membatalkan status kelulusan data peserta didik yang tidak lulus tersebut melalui Manajemen Dapodikdasmen untuk Dinas Pendidikan.

3. Peserta Didik Mutasi

Untuk peserta didik yang mutasi ke sekolah lain pada semester 1 Tahun Ajaran 2019/2020 ini, proses mutasi pada Dapodik dilakukan setelah Aplikasi Dapodikdasmen versi 2020 dirilis dan sudah melakukan sinkronisasi dengan versi baru tersebut. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pemetaan siswa mutasi ke dalam rombel.

C. GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (GTK)

Pembaruan selanjutnya adalah pada menu GTK, yaitu adanya penambahan atribut baru berupa:

1. Nomor Kartu Keluarga (KK)

Sekolah untuk segera melakukan sosialisasi agar GTK mempersiapkan data Nomor Kartu Keluarga (KK).

2. Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS)

Penambahan atribut nomor KK dan NUKS ini dilakukan untuk mengakomodasikan kebutuhan para pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi, pembinaan GTK serta perumusan kebijakan serta mendukung transaksional GTK berbasis data Dapodik.

Demikian informasi yang kami sampaikan. 
Setiap satuan pendidikan diharapkan dapat menyiapkan dokumen-dokumen dan data yang dibutuhkan untuk selanjutnya diinput oleh petugas pendataan untuk kelancaran proses pendataan.

http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/berita/persiapan-dokumen-dan-data-untuk-aplikasi-dapodikdasmen-versi-2020

Persiapan Rilis Aplikasi Dapodik 2020

Pada saat ini kita telah memasuki Tahun Ajaran Baru 2019/2020, sekolah telah melakukan proses periodikal pembelajaran mulai dari proses kelulusan siswa, kenaikan tingkat dan juga penerimaan siswa baru. Semua proses periodikal yang dilaksanakan tersebut tentunya harus diikuti dengan pemutakhiran data pada sistem pendataan Dapodik. Untuk persiapan melakukan pemutakhiran data Tahun Ajaran Baru 2019/2020, ada beberapa hal untuk diperhatikan:

1. Data siswa baru kelas 1, 7, dan 10 diinput kedalam Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2020 yang digunakan untuk input data Semester 1 Tahun Ajaran 2019/2020.

2. Proses kelulusan untuk siswa tingkat akhir, yaitu kelas 6, 9 dan 12 akan dilakukan oleh Admin Dapodik Pusat secara otomatis oleh sistem. Jadi operator Dapodik Sekolah TIDAK DIPERBOLEHKAN melakukan proses kelulusan pada Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.e.

3. Sekolah TIDAK DIPERBOLEHKAN menambahkan data siswa baru dan data siswa naik kelas di Tahun Ajaran 2019/2020 pada Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.e. Proses memasukkan data siswa baru Tahun Ajaran 2019/2020 dilakukan menggunakan teknik tarik data online melalui Manajemen Sekolah Dapodikdasmen setelah Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2020 dirilis.

4. Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2020 saat ini sedang dalam tahap pengujian, dan direncanakan akan dirilis pada awal Agustus 2019.

5. Sinkronisasi menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.e masih dibuka untuk melakukan perbaikan data Semetser 2 Tahun Ajaran 2018/2019 sampai dengan akhir Juli 2019.

Demikian informasi yang dapat saya bagikan. #SalamSatuData

http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/berita/persiapan-pemutakhiran-dapodik-tahun-ajaran-2019-2020

Pendidikan Abad 21

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah merubah gaya hidup manusia baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dibidang pendidikan. Guru dan peserta didik, dosen dan mahasiswa, dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21 ini. Sejumlah tantangan dan peluang harus dihadapi siswa dan guru agar dapat bertahan dalam abad pengetahuan di era informasi ini.

Abad 21 merupakan abad pengetahuan, dimana informasi banyak tersebar dan teknologi berkembang. Karakteristik abad 21 ditandai dengan semakin bertautnya dunia ilmu pengetahuan, sehingga sinergi diantaranya menjadi semakin cepat. Dalam konteks pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di dunia pendidikan, telah terbukti dengan semakin menyempit dan meleburnya faktor ruang dan waktu yang selama ini menjadi aspek penentu kecepatan dan keberhasilan ilmu pengetahuan oleh manusia. Abad 21 juga ditandai dengan banyaknya informasi yang tersedia dimana saja dan dapat diakses kapan saja, komputasi yang semakin cepat, otomasi yang menggantikan pekerjaan-pekerjaan rutin, dan komunikasi yang dapat dilakukan dari mana saja dan kemana saja.

Pendidikan Nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya.

P21 (Partnership for 21st Century Learning) mengembangkan framework pembelajaran di abad 21 yang menuntut peserta didik untuk memiliki keterampilan, pengetahuan dan kemampuan dibidang teknologi, media dan informasi, keterampilan pembelajaran dan inovasi serta keterampilan hidup dan karir. Framework ini juga menjelaskan tentang keterampilan, pengetahuan dan keahlian yang harus dikuasai agar peserta didik dapat sukses dalam kehidupan dan pekerjaanya. Sejalan dengan hal itu, Kemdikbud merumuskan bahwa paradigma pembelajaran abad 21 menekankan pada kemampuan peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber, merumuskan permasalahan, berpikir analitis dan kerjasama serta berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah. P21 (Partnership for 21st Century Learning) mengembangkan framework pembelajaran di abad 21 yang menuntut peserta didik untuk memiliki keterampilan, pengetahuan dan kemampuan dibidang teknologi, media dan informasi, keterampilan pembelajaran dan inovasi serta keterampilan hidup dan karir. Framework ini juga menjelaskan tentang keterampilan, pengetahuan dan keahlian yang harus dikuasai agar peserta didik dapat sukses dalam kehidupan dan pekerjaanya.

Untuk menghadapi pembelajaran di abad 21, setiap orang harus memiliki keterampilan berpikir kritis, pengetahuan dan kemampuan literasi digital, literasi informasi, literasi media dan menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Sejumlah penelitan tentang pemanfaatan teknologi informasi yang mendukung pembelajaran abad 21 telah dilakukan di berbagai negara. Diantaranya yaitu, teknologi web 2.0 cocok untuk memenuhi sebagian tuntutan yang muncul dari masyarakat pembelajar di abad 21. Sebagai contoh program aplikasi Scratch berhasil memotivasi peserta didik sekolah dasar kelas 5 dan 6 dan meningkatkan proses belajarnya. Selain itu juga, program aplikasi Scratch berhasil meningkatkan konsentrasi, kreativitas dan kolaborasi. Adapun bentuk-bentuk pemanfataan teknologi informasi lainnya yang berkontribusi dalam menyiapkan pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran berbasis video, game, pemanfaatan e-learning baik itu menggunakan LMS (Learning Management System) atau aplikasi pembelajaran lainnya, dan pemanfaatan mobile learning sebagai media pembelajaran dalam 5 kompetensi inti pembelajaran abad 21.


Profil

Saya lahir di Pulau Nusa Penida dan dibesarkan di kota Singaraja. Selama 15 tahun saya pernah tinggal di kota pendidikan Singaraja, mulai dari sekolah disana dan pernah bekerja disana.

Saya menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Sekolah Laboratorium Universitas Udayana Singaraja yang sekarang sudah berganti nama menjadi Sekolah Laboratorium Undiksha Singaraja, dan dilanjutkan untuk menempuh studi Strata 1 di IKIP Negeri Singaraja (sekarang Undiksha) dan Pendidikan Profesi Guru di Undiksha dengan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Saat ini saya mengajar di salah satu SMP Negeri di Nusa Penida dan juga sebagai Operator Dapodik. Selain mengajar, saya juga seorang teknisi komputer freelance.

Web blog ini saya buat untuk berbagi informasi pendidikan dan membantu para operator sekolah dalam mengerjakan aplikasi Dapodik, aplikasi PMP, eRapor maupun aplikasi lainnya dari Kemdikbud.

Saran dan kritik sangat diharapkan dalam meningkatkan isi dari web blog ini ke depan.